Blogger Singapura Ditangkap dengan Tuduhan Rasisme
Diposkan oleh ROSITA BLOG
sanfucius 0 Komentar Seorang pria berusia 24 tahun ditangkap di Singapura pada tanggal 20 Mei karena dituduh telah memberikan komentar rasis pada blog miliknya, menurut kepolisian Singapura. Pria tersebut, yang tidak dipublikasikan namanya, ditangkap oleh polisi yang menerima dua keluhan mengenai komentar yang berbau rasisme pada blog miliknya, kata Singapore Police Force dalam sebuah penjelasan singkat.
Seorang pria berusia 24 tahun ditangkap di Singapura pada tanggal 20 Mei karena dituduh telah memberikan komentar rasis pada blog miliknya, menurut kepolisian Singapura.
Pria tersebut, yang tidak dipublikasikan namanya, ditangkap oleh polisi yang menerima dua keluhan mengenai komentar yang berbau rasisme pada blog miliknya, kata Singapore Police Force dalam sebuah penjelasan singkat. Blog tersebut tidak diidentifikasi.
"Polisi menganggap hal ini sebagai tindakan yang serius pada masyarakat multi-ras seperti di Singapura dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melacak pelakunya," menurut pernyataan tersebut.
Di bawah hukum Singapura, seorang yang membuat komentar "dengan maksud untuk melukai agama atau ras orang lain" akan dikenakan hukuman kurungan maksimal tiga tahun dan denda.
Singapura didominasi oleh orang-orang Chinese, namun juga memiliki banyak komunitas Melayu dan India. Untuk alasan yang lebih bersifat historis, pemerintah akan melakukan tindakan tegas dalam berhubungan dengan komentar yang akan membangun ketegangan antar etnis di dalam negara tersebut.
Pada tahun 1964, ketegangan antara komunitas Chinese dan Melayu pernah dua kali berbuntut kerusuhan yang menewaskan 36 jiwa dan ratusan terluka. Kerusuhan sempat terjadi lagi antara kedua etnis tersebut pada tahun 1969, dipelopori oleh aksi kekerasan antara kaum Melayu dan Chinese di Malaysia.
Komentar oleh pria yang ditangkap tersebut ditujukan pada sesama penumpang dalam sebuah gerbong kereta di Singapura, menurut media lokal.
"Di situlah ia duduk, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, berbau badan seperti belum mandi selama beberapa tahun dan mengenakan pakaian yang sangat kotor," tulis blogger tersebut. Setelah itu, blogger menuliskan berbagai komentar menyinggung ras penumpang tersebut. Detil tentang penumpang yang disinggung dalam blog-nya, termasuk ras, tidak dipublikasikan.
Orang tersebut akhirnya meminta maaf secara online.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment